Ads 468x60px

Thursday, March 19, 2009

Hari itu...

Hari itu, tanggal 18 Maret 2009 sungguh hari yang melelahkan, menegangkan, mengesalkan, plus menyenangkan. Hari itu, dimana diriku menjadi moderator untuk sebuah acara diskusi tentan fenomena golput. Sebelum lebih lanjut bercerita pada tanggal 18 Maret, ada baiknya mundur sejenak ke tanggal 17 Maret. Kisah ini bermula pada sebuah sms yang hadir di n72 miliku yang berisi
Mas ti0q..
Bs0k qm m0derat0r l0h..
Yayaya..
Gag ada yg bs slain qm mas..
Siapin materi/prtanyaan2 tntng g0lput..
0k ya mas..

Intinya si pengirim meminta ku untuk menjadi moderator sebuah acara diskusi tentang golput. Sebenarnya permintaan untuk menjadi moderator sudah mendarat di telingaku sudah lama, tetapi tidak secara langsung di sampaikan oleh seksi acara. Makanya santai saja. Setelah sms itu diterima, langsung di reply dengan 7 karakter saja.
gak mau
(spasi dihitung 1 karakter)
Setelah kata sakti itu di kirimkan, 3 kali n72ku berdering. Sengaja memang tak diangkat. Selain karena sedang mengajar praktikum. Supaya mengesankan memang benar-benar tidak mau untuk menjadi moderator. Hmmm, yah sekalian memberi pelajaran buat seksi acara, membuat panik sedikit lah, hee.
Malamnya, dalam keadaan lelah setelah mengajar praktikum, datang lagi sebuah sms.
all profsian bsk jam 8 pgi kmpl d kantor untk persiapan DISKUSI PANEL..Ayo sukseskn acra PROFESI..pke bju dinas yah!! wajb datang..
karena sudah dalam keadaan lelah, langsung saja di balas.
gak males
supaya tambah mengesankan, memang benar-benar tidak mau hadir di acara diskusi tersebut. “Maaf ya kawan jika keterlaluan bercandanya"
Akhirnya hari itu tiba, pagi jam8 saya sudah datang. Belum ada siapa-siapa, tak lama seseorang pria berkacamata tiba aka ncep. Jiah Cuma berdua yang datang, padahal rumah kami sangat jauh dari kampus. Kemudian pria berkacamata itu menulis kekecewaannya pada secarik kertas yang tertempel di pintu kantor lembaga. ( hwakakk, kata2nya agak di dramatisir ). Agak khawatir juga, jam0830 masih sedikit yang datang, padahal jam0900 acara sudah di mulai. Akhirnya beberapa teman mulai berdatangan. Kukira setelah berkumpul langsung menuju tempat dimana terselenggaranya acara diskusi panel tentang golput. Ternyata harus mengangkat kursi dari laboraturium menuju tempat acara diskusi di GKU. Mana belum sarapan, dan harus jadi moderator. ( tarik nafas panjang ,huff ). Sampai di lab, pintu masih tertutup rapat oleh gembok. Diam, bengong, celingak-celinguk gak jelas. Egh, n72 bergetar, sms masuk ternyata dari bapaku.
Laporan hsl kuliah : 7 mt kuliah yg di ikuti sdh keluar nilai 6 mk kul A B A A- B+ A- sekian info
Bapaku memang lagi kuliah lagi sekarang. Akibat sms itu diriku jadi semangat untuk mensukseskan acara diskusi ini. Tidak peduli, Cuma sedikit panitia yang aktif, yang penting bisa berjalan saja acaranya sudah bersyukur.
Bla…bla…bla… jam0900 lewat acara belum di mulai, pembicara yang seharusnya hadir dari KPU, dari FISIP UGM dan LEM FTI. Hanya dua yang hadir dari FISIP dan LEM saja. Sebelum diskusi dimulai, sempat berbincang dengan Mas Utan “pembicara dari FISIP”. Ternyata mas utan lahir di sibolga, dan diriku lahir di siantar. ( jiah, sama-sama dari tanah batak ). Jam1000 acara dimulai juga. Bla…bla..bla… namaku di panggil juga untuk maju kedepan jadi moderator, agar tidak memakan banyak waktu langsung memanggil pembicara yaitu mas utan dan mas rudi. Namanya juga diskusi, berarti ada interaksi 2 arah dengan peserta. Setelah pembicara memaparkan sekilas tentang golput, langsung saja di lempar ke peserta yang ingin berpendapat, ide ini muncul karena menonton acaranya pak sby di tvtrans. Beliau langsung meminta pendapatnya pada penonton yang hadir, tanpa berlama-lama berbasa-basi. Baru di mulai acaranya, diskusi langsung hidup di sana, jadi peserta tidak keburu bosan mengikuti diskusinya. Tak terasa sudah 3 peserta yang berbicara. Begh, peserta yang ke3 ketika mengungkapkan pendapat sangat panjang lebar, melebihi pembicaranya sendiri. Tapi salut dengan dia, karena diskusi ini benar-benar di perhatikan dengan baik. Tidak sekedar 3D (Datang Duduk Diam). “keprok…keprok…dulu untuk mas nya” padahal diriku berbicara seperti itu untuk memotong pendapatnya karena sudah terlalu panjang, dan teman-teman paniti sudah meminta untuk di potong pembicaraanya. Jam1145 diskusi selesai, tetapi acara belum selesai, kedua pembicara dapat plakat kenang-kenangan. Dalam hati berbicara, “untuk saya mana” (gak ding, becanda). Acara sekarang sudah benar-benar selesai. Horee, dapat snack Larisso (spellingnya bener gak ya) karena saya moderator, snacknya ya tentu berbeda dengan peserta biasa dan panitia sekalipun. Agak sombong sedikit dengan teman-teman panitia yang lain “maaf ya kalian hanya bisa mencium baunya saja” ungkap diriku. (sekali lagi maaf ya kawan jika becandanya keterlaluan). Habisnya, memang diriku belum sarapan, dan lelah setelah memandu acara diskusinya.
Kisahnya di percepat, pulang ke rumah sama pria berkacamata tadi, ambil mobil, pergi ke himmah, ambil kaki pigura, ke kampus lagi, ke kantin makan bareng ncep aka pria berkacamata. Aje gile, bushyet degh, si ncep makan bagaikan kuli, pesan minum sampai dua kali, makan gorengan, beli camilan, makan mie goreng special. Tapi sebenarnya diriku juga, pesan magelangan super special, udah pakai telur, ayam, sosis plus bakso, pesan minum juga 2 kali. (hwakkk, pelampiasan).
Balik ke basecamp prof, ngenet sebentar. Kog terasa ngantuk ya. Pergi ke lab akhirnya, niatnya mau tidur disana sambil ber AC ria. Tak di duga ada yang mengajar di dalam kelas. Lagi pula ada teman yang minta di ajarkan tentang ftp dan proxy. Ya sudah, tak jadi tidur. Ngenet lagi akhirnya, jam1900 tiba, harus mengajar kembali. Praktikannya-pun temanteman dari prof juga. Jam2110 pulang ke rumah, huff, capek banget rasanya. Tiba di rumah, tiba-tiba kunci kamar menghilang. Arggghhh, niatnya langsung menikmati empuknya kasur. Ternyata harus bongkar sana bongkar sini mencari kunci.
Kunci ku dapat, guling ku peluk. (haa, lebay). Tidak bisa langsung tidur ternyata, facebooking sebentar. Tsahh, di tagged sama notenya fathul yasir dengan judul “Ucapan Terima Kasih”
Baytiomo Mawarto [Moderator]
Emang pas dirimu jadi moderator. Walaupun malam sebelumnya masih ngajar praktikum jarkom toh kamu bisa datang lebih awal dari aku dan sangat menguasai materi. Tidak ada yg lebih kompeten untuk jadi moderator selain dirimu. Yang paling aku suka pas kamu mengibaratkan anggota dewan seperti artis yang terkena star syndrome. Dapat ilham dari mana tuh, tahu-tahu bisa keluar seperti itu? :D
Itu hanya penggalan note-nya.
Menurutku, ungkapan seperti itu terlalu berlebihan. Dengan mengungkapkan dari judulnya saja ku rasa sudah cukup. Saya juga ingin berterima kasih kepada semua teman-teman panitia yang masih peduli dengan acara ini. Sudahlah, sudah capek diriku. Tidur juga akhirnya.

Cerita panjang lebar, tak ada hikmahnya percuma saja. Apalagi sering membaca blognya ibu nur aka dosen, yang selalu memberikan hikmah setiap akhir ceritanya.
1. Laksanakan amanah yang telah di berikan kepada orang lain kepada kita, karena kita telah di beri kepercayaan yang penuh untuk melaksanakannya.
2. Laksanakan amanah tersebut dalam keaadaan senang, jangan dalam keaadan kesal, karena hasilnya nanti tidak maksimal.

3 Comments:

  1. mengharukan....
    hiks2...:(

    kayaknya calon PU masa depan ni..
    :))

    maapkan saya mas.... ;)

    ReplyDelete
  2. ndasmu, calon PU...
    hehee.....

    ReplyDelete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 

Instagram

Instagram

Statistics


Visit Indonesia

visit indonesia Warung Blogger